Upaya menyejahterakan difabel telah dilakukan dalam beberapa bidang. Selain ketersediaan asuransi untuk disabilities dari sejumlah perusahaan asuransi, pemerintah juga selalu memastikan fasilitas-fasilitas umum sudah ramah untuk difabel. Salah satunya toilet yang sering diakses banyak orang, terutama di tempat publik seperti mal, bioskop, dan restoran.

Dalam hal ini, toilet untuk difabel harus memenuhi standar yang telah diberlakukan. Apa saja syarat tersebut? Simak daftarnya!

  • Kapasitas ruangan lebih luas

Kapasitas toilet yang disediakan untuk difabel tidak bisa disamakan dengan toilet biasa mengingat mereka harus memakai tongkat atau kursi roda. Besaran toilet yang dianjurkan adalah tiga kali lipat dari toilet kebanyakan. Selain itu, toilet tersebut harus mempunyai akses yang memudahkan difabel saat masuk dan keluar serta menggunakan fasilitas-fasilitas di dalam toilet tersebut.

  • Ketinggian dudukan kloset sama dengan kursi roda

Difabel yang menggunakan kursi roda pasti akan menemukan sejumlah kesulitan saat hendak memakai kloset di toilet biasa. Jika Anda berencana mendesain toilet untuk mereka, pastikan ketinggian dudukan klosetnya sama dengan kursi roda, yakni kurang lebih 45 sampai 50 cm. Dengan begitu, mereka bisa leluasa buang air atau melakukan kegiatan lain di dalam toilet.

  • Gunakan pintu geser berukuran 1,5 meter

Ruangan luas belum cukup untuk membuka akses yang memadai bagi para difabel. Anda pun harus memperhatikan pintu sebagai akses utama mereka. Supaya tak menghambat alur masuk dan keluar, gunakan pintu geser dengan lebar 1,5 meter. Jenis pintu tersebut akan meringankan beban para difabel, sebab mereka tak perlu menahan pintu terlalu lama.

  • Pasang hand trail atau pegangan

Untuk menjaga keseimbangan, difabel membutuhkan tongkat khusus untuk menopang berat badannya. Namun, di toilet, hal tersebut kadang sulit dilakukan karena lantai licin, terutama saat harus cuci tangan. Hal tersebut bisa diatasi dengan memasang pegangan atau hand trail yang akan membantu mereka saat berjalan, berdiri, atau memakai fasilitas toilet lainnya.

  • Pakai ubin toilet yang bertekstur

Lantai toilet pasti tak bisa terus menerus dikeringkan, tetapi akan membahayakan difabel kalau dibiarkan basah. Untuk mengakalinya, Anda dapat memilih jenis ubin yang bertekstur atau kasar, sehingga difabel tak mudah tergelincir atau jatuh. Meski begitu, Anda harus memastikan lantai tetap kering untuk menjaga keamanan dan keselamatan.

  • Sediakan tombol darurat dan rambu cetak timbul

Sudah sepatutnya toilet yang disediakan untuk difabel dilengkapi dengan tombol darurat. Fungsinya adalah untuk membantu mereka meminta bantuan kepada pihak pengelola atau pengunjung lain. Sementara rambu cetak timbul akan berguna bagi tunanetra untuk memahami tanda dan bisa menggunakan setiap fasilitas yang tersedia.

  • Perhatikan posisi peletakan tisu, wastafel, dan shower

Hal terakhir yang harus Anda penuhi sesuai persyaratan adalah posisi peralatan seperti tisu, wastafel, serta shower. Seperti dudukan kloset, kelengkapan tersebut harus ditempatkan sesuai dengan tinggi para difabel. Langkah ini juga akan membantu dalam menjaga kebersihan di dalam toilet berkat kemudahan dalam aksesnya.

Untuk mencegah munculnya kesalahan atau kesulitan akses fasilitas, Anda dapat berkonsultasi dengan komunitas khusus atau lembaga masyarakat yang berhubungan dengan difabel. Pertimbangkan setiap masukan dan libatkan orang-orang yang lebih mengerti dengan hal tersebut jika Anda benar-benar membutuhkan panduan yang sesuai agar toilet dapat digunakan secara optimal.

Jangan lupa untuk mensosialisasikannya bersama pihak-pihak yang akan mengurus toilet untuk para difabel supaya tak ada pengunjung yang kesulitan memakainya, ya.