Kenaikan berat badan ketika hamil adalah sesuatu yang wajar. Jadi anda tidak perlu khawatir jika memiliki tubuh yang lebih besar dibanding sebelumnya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan janin di perut anda. Bertambahnya berat badan mengindikasikan bahwa bayi di kandungan juga sedang bertumbuh dan bertambah berat. Lalu bagaimana cara menghitung berat badan ideal ibu hamil? Anda bisa menghitungnya dengan perhitungan BMI (Body Mass Index) berikut ini:

Berat badan (dalam kg) : Kuadrat tinggi badan (dalam ukuran meter).

BMI = (BB) / [(TB) x (TB)]

 Misalnya berat badan anda 50 kg, dengan tinggi 160 cm. Dengan rumus tersebut didapatkan nilai BMI sebesar 50 : (1,5mx1,5m) = 22,22.

Dengan berdasarkan nilai BMI tersebut, anda dapat mengetahui kenaikan berat badan ideal yang seharusnya terjadi saat hamil.

BMI di bawah 18,5

Apabila anda memiliki BMI kurang dari 18,5 maka anda tergolong underweight. Selama hamil anda harus menaikkan berat badan antara 12 sampai 18 kg. Jika tidak, hal tersebut dapat membahayakan janin di dalam kandungan karena menyebabkan kelahiran prematur, bayi kekurangan gizi, atau berbagai penyakit lain saat dilahirkan. Penting untuk selalu melakukan pengecekan berat badan bayi setiap pemeriksaan untuk mengetahui apakah bayi sehat dan memiliki berat badan ideal.

Guna menaikkan berat badan, anda bisa mencoba memperbanyak kuantitas makan dengan makan sedikit-sedikit namun sering. Selain itu, anda juga harus memperhatikan gizi makanan yang anda makan, jangan hanya asal menaikkan berat badan. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung protein serta lemak sehat.

BMI 18,5 sampai 24,9

Angka ini menunjukkan bahwa anda memiliki berat badan yang ideal. Sehingga jika sedang hamil, kenaikan berat badan yang baik adalah 11 sampai 16 kg. Meskipun telah memiliki berat badan ideal, ibu hamil tetap harus mengontrol makanan agar berat badan tidak mengalami lonjakan terlalu tinggi. Untuk menyeimbangkannya, dianjurkan untuk berolahraga supaya badan tetap bugar dan sehat.

 BMI 25 sampai 29,9

Jika memiliki nilai BMI antara 25 sampai 29,9, maka anda termasuk overweight. Idealnya ketika hamil, perempuan dengan BMI ini mengalami kenaikan berat badan antara 7 sampai 11 kg saja. Selama masa kehamilan, anda harus menjaga asupan makanan, kurangi karbohidrat dan gula serta perbanyak mengkonsumsi makanan mengandung protein dan serat. Sempatkan juga untuk berolahraga dan pilihlah camilan seperti buah-buahan.

BMI di atas 30

Angka ini menunjukkan bahwa anda mengalami obesitas. Sangat disarankan untuk berkonsultasi pada dokter terkait makanan yang harus dikonsumsi atau diet sehat selama hamil. Dikhawatirkan jika terlalu berat, banyak komplikasi yang bisa terjadi jika anda dan bayi dalam kandungan mengalami obesitas. Kenaikan berat badan ideal bagi ibu hamil yang mengalami obesitas hanya berkisar antara 5 hingga 9 kg saja.

Bagaimana Jika Mengandung Bayi Kembar?

Akan berbeda perhitungannya apabila anda sedang mengandung bayi kembar, berikut perhitungannya:

  • BMI 18,5 sampai 24,9, kenaikan berat badan normal ketika hamil adalah 17 kg – 25 kg
  • BMI 25 sampai 29,9, kenaikan berat badan normal ketika hamil adalah 14 kg – 23 kg
  • BMI di atas 30, kenaikan berat badan normal ketika hamil adalah 11 kg – 19 kg

Demikian cara menghitung pertambahan berat badan ideal ibu hamil dengan menggunakan BMI (Body Mass Index). Selama kenaikan berada dalam taraf normal sesuai perhitungan, maka kandungan tetap aman dan normal. Jangan lupa untuk memeriksakan kandungan anda secara rutin ke dokter. Yang terpenting adalah ibu dan bayi tetap sehat.